Senin, Juli 30, 2012

Bersyukurlah

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu.
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit.
Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu.
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru.
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat.
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih.
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu!

Dikutip dari : http://iphincow.wordpress.com/2012/06/20/bersyukurlah/#more-445

Minggu, Juli 01, 2012

Analisis serta Curhat tentang Euro 2012

Demam bola lebih terasa saat pesta sepakbola Eropa sebulan Juni..

Tahun ini gue ngejagoin Jerman menang dan Tabloid BOLA pun mem-favorit-kan sebagai juara.. Sebagian skuad Jerman diisi oleh pemain-pemain Bayern Muenchen, yang merupakan tim kesayangan gue sendiri (sampai lupa nawar pas beli bajunya di Selokan Mataram).. Pemain sekelas Mario Gomez, Bastian Schweinsteiger (gampang-nya dibaca : bastian suasanasegar), dan kiper Manuel Neuer selalu jadi andalan saat bermain tandang maupun di kandang Alianz Arena (bagus banget men stadionnya, gue liat langsung pake mata sendiri di tivi)..

Kecintaan gue ini semakin bertambah karena celotehan teman kampus yang bilang Bayern Muenchen adalah tim yang gak terkenal (ya emang sih Bundesliga ga tayang di tivi Indonesia), tapi toh akhirnya Muenchen jadi runner-up di Liga Champion kemarin setelah sebelumnya melibas Real Madrid (uyeeeh).. Tentu saja setiap kali diajak adu PES, jelas gue pilih Muenchen meskipun gue kalah pinter maen yang begituan.. Rasa loyal terhadap tim ini semakin bertambah demi mengejar kemenangan pertama melawan Tomas..

Kemaren sempet galau lho..

Sudah direncanain di awal-awal, setelah 8 tim lolos penyisihan grup, mau ada kopyokan sama temen berdelapan.. Jadi Kopyokan tuh kita pasang taruhan untuk tim yang kita ambil (secara undi), yang jadi juara entar dapet duit taruhannya.. Kopyokan kemarin dilaksanakan setelah gue mudik Bandung, siangnya pas di toko gue dapet SMS : 

"Oiya tadi uda dikopyok euronya, dan beruntung elu dapet Yunani men hahahah.. Totoane 20ewu yo.." 

HAHAHAHA *ngulek sambel pake hape

Pertandingan Jerman lawan Yunani tiba.. Kalo Yunani menang, gue sedih Jerman kalah, tapi Jerman menang, gue lebih sedih lagi 20ribu gue bakalan ilang.. Jerman jelas lebih diunggulkan dari segi kemampuan pemain yang merata di setiap lini.. Udah lah, pas itu berharap saja "ada pelangi (dan tukang ronde) setelah hujan".. 

Hasilnya : Jerman menang 4-2 dan 20ribu lenyap (tragis)

"Der Panzer" memang banyak diprediksi melaju hingga babak final dan berhadapan dengan tim Spanyol.. Suatu tontonan yang menarik dan paling ditunggu karena dianggap sebagai final ideal.. Sayang di babak semifinal, Jerman yang berhadapan dengan Italia harus kalah dengan skor 2-1 selama 90 menit pertandingan berlangsung.. Italia bermain sangat bagus : mampu meredam setiap serangan Jerman dan memanfaatkan kesempatan serangan balik yang hampir berbuah gol.. Berarti benar, sampai sekarang bola itu masih tetap bundar, teman-teman..

 
Kita tunggu sebentar lagi pertandingan Final Euro 2012 antara Spanyol melawan Italia, pada pegang siapa?

Kamis, Juni 14, 2012

Tidur > Belajar ?

Karena kebanyakan tidurnya daripada belajarnya, ujian semesteran ini terasa sangat cepat.. Baru buka handout kuliah beberapa saat sebelum ujian, lalu terlihat rusuh buka-buka handout emang jadi pemandangan biasa gue saat itu.. Memang, ini kebiasaan buruk yang gak menjamin dapat nilai maksimal, tapi mengapa masih dipertahankan? Karena gue merasa lebih "masuk" daripada persiapan jauh hari, mungkin gara-gara diburu-buru jadi ada sensasinya.. Dan lebih percaya diri juga, tanpa target.

Tapi gue cukup puas karena bisa mengerjakannya dengan lancar dan semoga nilainya juga memuaskan (menurut gue materi ujian Formulasi Sediaan Solid paling membingungkan, ditambah sambil denger lagu butiran debu, gue sukses galau maksimal)


Pengalaman menarik di selama ujian adalah tanggal 9 Juni 2012 silam, tepat dua tahun pengumuman tes masuk Sanata Dharma.. Ternyata saya masih bisa bertahan disini, karena perasaan berjuang bersama dengan teman-teman

Menghadirkan kembali suasana "keluarga"
 
Ini menandakan semester 4 sudah lewat!
 
Sekarang mau siap-siap berangkat ke Pantai! Doakan cuaca baik supaya bisa bersenang-senang disana!

Jumat, Mei 25, 2012

A “Cantengan” Surgery

Selama dua minggu, gue mengalami cantengan di tempat yang tidak sewajarnya, yaitu telunjuk kanan..

Angga sama Vivi ketawa-ketawa ngece ngeliat kepanikan gue ini, maklum, cantengan ini merupakan kejadian pertama seumur hidup.. Untung saja ada piaraan temen baik gue, Thomas yang kayanya cukup expert di dunia percantengan. 

“Nek wong Jawa nyebut iki kamikakon.. Nanti bakal terus gede, Hans, terus dalemnya isi ada nanah (sambil dipencet-pencet).. Biarin aja sampek mateng, baru nanti ditusuk..”

Bukannya jadi percaya, tapi gue malah semakin curiga, mungkin sangking expert-nya dia juga pernah cantengan di otak..

Otomatis, kesibukan sehari-hari gue menulis laporan praktikum sangat terganggu karena cantengan ini.. Penyebab awal cantengan ini cuma gara-gara ngegunting kuku kecil yang suka nongol di pinggir (siset) sampe luka dan infeksi nanah masuk ke dalam kuku.. *krauk

Setelah lama dibiarkan dan tak kunjung sembuh maka atas dorongan keluarga dan teman-teman kampus, cantengan yang gue kira penyakit konyol ini, terpaksa harus gue bawa ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta..

Sebelum berangkat, gue daftar dulu untuk antrean praktik dokter kulit via telepon.. Sekali lagi setibanya disana, gue tanya ke pendaftaran apakah benar cantengan ini harus ditangani dokter kulit.. Mas-nya, yang agak mirip Raul Lemos, menanggapi..

“Wah, ini sih biasanya ke bedah umum, dek.."

Gue menguatkan hati sambil masih gak percaya harus pegang antrian praktik dokter bedah.. Kata bedah sangat akrab dengan istilah : pisau, bius, darah, kain putih.. Berusaha positif thinking seperti yang dibilang Thomas : dilihat, ditusuk, dan BERES..

Di depan ruangannya, gue duduk nunggu hampir tiga jam.. Setiap pasien yang masuk dan keluar, selalu ada yang diperban hypafix atau minimal hansaplast (mampus).. Mengisi waktu luang, ya potret-potret dulu lah..


Barang bukti sebelom diperiksa dokter (foto ini diambil setelah mengurungkan niat "pose kamera dari atas dengan satu jari nempel depan mulut")

Sekitar setengah enam sore, nama gue dipanggil sama susternya.. Oke, melangkah mantap dengan pikiran positif (lagi) : dilihat, ditusuk, RAMPUNG!!

Saat ditunjukkan, dokternya kaget karena cantengan biasanya di kaki.. Gak lama, dokternya langsung menanggapi..

Dokter : "Wah, ini sih harus operasi.."

Gue : "HAH? Operasi?" (untuk yang kedua kalinya, gue menguatkan hati)

Dokter : "Mau hari ini atau besok? Semuanya kalo di total, habis 450 ribu.."

Operasi ini dibilang operasi kecil karena cuma dibius lokal di bagian yang mau dibedah.. Tapi tetep ada surat yang harus di tanda tanganin, seperti operasi pada umumnya.. Gue mutusin operasi sore itu juga, alesan pertama pengen cepet sembuh dan yang kedua, gak pengen terlalu banyak pikiran atau sampai ketakutan kalo ditunda-tunda besok..

 ***

Suster menyuruh gue menunggu diluar dulu karena operasi dilakukan setelah semua pasien selesai dilayani.. Pas itu gue telpon Papa minta ijin buat operasi dan Papa memberikan restu (ya, kalimat barusan emang cukup lebay).. Gue gak galau dan gak berencana setel lagu butiran debu.. Gue cuma kepikiran sama mencit yang gue suntik di praktikum Farmakologi persis kemarin dan sekarang kejadiannya malah terbalik..

"Sakit ga ya, dok?", tanya gue pas baru berbaring di ranjang..

"Cuma sakit pas dibius aja.."

Dokternya gak bilang sebelumnya kalo harus disuntik bius dua kali, ya mungkin biar jadi surprise (nangis bombay).. Ditunggu sampai terasa baal sambil ngobrol-ngobrol  dan dijelasin rencana operasi cantengan ini.. Karena infeksi udah masuk sampai ke dalam kuku, jadi kuku tadi harus dipotong setengah (aja) searah dengan jalur tumbuhnya.. Baru setelah itu, bagian yang bengkak bakal di-sodet buat ngeluarin nanah.. 

Dokter : "Wiih, ini nanah-nya keluar banyak, mau liat gak?
Gue : "engga dok, ENGGAK." 

Ya pas operasi, sama sekali gue gak berani liat luka dan darah-darahnya karena malem ini masih pengen makan dengan enak.. Dokternya pamit duluan, selanjutnya giliran si suster yang bersihin luka sama pasang perban.. 

Suster : "Mas-nya kesini sendirian?"
Gue : "Iya sus.."
Suster : "Nanti gimana pulangnya, bisa bawa motor sendiri?"
Gue : "Ya, saya juga gak kepikiran sampe harus kaya gini sus.."

Sore itu, pas ada rapat kegiatan Desa Mitra di kampus dan Thomas dkk pindahan ke kost barunya.. Setelah bayar dan nebus obat, gue agak sangsi bisa pulang bawa motor sampai ke Monjali.. Eh, ternyata bisa juga sampe Paingan, ikut rapat di kampus sama perayaan pindahan kost temen.. 

"Tom, emang sih operasinya lancar-lancar aja, tapi tadi bisa lupa buat doa dulu.."

"Yo, mengko dungo sek di kost karo cah-cah, buat selametan kost juga.."  

Sekali di awal-awal, perban harus diganti di rumah sakit, tapi setelah itu bisa ganti sendiri pake hypafix dan kasa.. Luka juga gak boleh basah, jadi saat mandi tangan gue bungkus pake plastik dikaretin satu (kalo karet dua nanti disangka nasi goreng pedes).. Sebelum kepikiran ide pintar ini, gue mandi megang selang di tangan kiri sambil telunjuk kanan gue angkat ke atas.. Sumpah, posisi siap-siap mau dangdutan..

Beberapa hari setelah operasi, masih kesulitan buat ngupil 

Sekarang lukanya udah kering dan karena kukunya cuma dipotong setengah, mungkin akan tumbuh balapan dengan sebelahnya..

***

8 Mei kemarin gue operasi, dan sebelumnya selalu muncul pertanyaan yang sama : Kok harus secepat ini? Kemudian berlanjut pada pemikiran : Hari ini gak direncanain mau operasi di Panti Rapih.. Sama seperti bulan Oktober lalu, gue juga kepikiran : Senin ini harusnya praktikum Farfis, gak ada rencana mau melayat ke makam Boni..

Selalu disuguhkan hal menarik dalam kehidupan, bukan seperti peak parasetamol yang bisa diprediksi muncul pada waktu retensi tertentu.. Dalam hidup selalu ada kejutan-kejutan yang menyenangkan tapi kadang bikin kita sedih sampai sulit untuk dipercaya.. 

Karena hidup, ya harus dihidupi..

Rabu, April 25, 2012

OFF-Line

"Hah? kamu pikir Bandung kaya Solo apa, cuma sejam dari sini?" 

Setelah UTS beres dan satu kepanitiaan juga selesai, malem ini gue mw off dulu dari Jogja.. Bukan libur panjang, cuma kebetulan hari Jumat praktikum lagi kosong dan beberapa mata kuliah bisa ikut di hari lain.. 

Alasan pulang Bandung yang pertama, gue kangen rumah dan semua yang ada di dalamnya.. Kedua, gue butuh refreshing dari semua rutinitas harian selama ini.. Dan ketiga, semoga kepulangan ini menjadi stimulus baru supaya bisa menyelesaikan sisa semester ini dengan ceria dan berangkat ke Mesir ikut lomba (ngarep)..

Rumah adalah tempat paling aman di dunia ini, kan?


 Yang selalu saya banggakan dan rindukan disini